Aku kira, terjawab sudah.
Pertanyaan yang terus bercokol di benakku selama dua tahun lamanya, mengenai apa yang sedang aku jalani, kami jalani, pergumulan yang aku hadapi, segala pertanyaan 'kenapa?' dan 'apa ini?', kukira akhirnya telah muncul titik terangnya.
Buku yang sangat menarik, sangat indah, sangat luar biasa menguatkan, sangat luar biasa menceritakan Tuhan. "When Dreams Come True" oleh Eric dan Leslie Ludy, sepasang suami-istri yang luar biasa, yang dipakai Tuhan menunjukkan keluarbiasaanNya, melalui tulisanNya yang luar biasa untuk kisah cinta mereka yang luar biasa.
Sebuah hubungan cinta yang luar biasa, bahkan kelihatan seperti 'too good to be true', yang pada kenyataannya memang sehebat itu. Mereka menjalani hubungan bukan pacaran, karena buat mereka pacaran hanya baru akan dijalani di kala mereka sudah siap menikah.
Dan mereka menunggu. Dalam konteks sebagai sahabat lawan jenis. Dalam penantian, mereka memohon dalam doa setiap waktu untuk dimurnikan, dibangun, memberi yang terbaik bagi Dia, menjadi yang terbaik dulu buat Dia, sampai tiba waktunya Dia sendiri yang menentukan kapan mereka siap. Mereka menanti dalam ketekunan, kesabaran. Menjalani kesedihan dan pergumulan yang ditimbulkan oleh karena penantian itu, namun tetap percaya sepenuhnya padaNya dan apapun jalanNya, tetap meyakini bahwa Tuhan sedang menulis kisah mereka. Walaupun mungkin apa yang Dia inginkan adalah mereka tidak bersatu. Bahkan mereka sampai nyaris membatasi keinginan Tuhan untuk mempersatukan mereka pada saat semua tanda-tanda sudah jelas! Membatasi kekuatanNya itu bagian yang jangan ditiru, namun ketekunan, kesabaran, serta keinginan untuk memberi diri yang terbaik bagi Dia dan bagi calon pasangan kelak, itu yang luar biasa dan harus diacungi jempol.
Pemurnian itu bukan sekedar secara fisik, namun juga pikiran. Mereka masing-masing pun punya dorongan fisik, namun mereka menunggu. Bagaimanapun, sesuatu yang untuk memperolehnya dibutuhkan kesabaran dan ketekunan, pada saat akhirnya diperoleh kelak, akan sangat luar biasa rasanya.
Dalam penantian dan pencarian itu (yang padahal sudah di depan mata), mereka mengerti bahwa untuk bisa memberikan yang terbaik bagi calon pasangan mereka jika mereka sudah memberi dan menerima yang terbaik bagi Dia. Oleh karena itu pasangan ini belajar untuk mengenal Tuhan lebih dalam lagi, melayani Bapa dengan lebih sungguh. Itulah inti menjadi single. Tuhan sedang mempersiapkan setiap lajang untuk menjadi yang terbaik bagi calon pasangan mereka kelak, dengan caraNya.
Melalui kisah cinta yang luar biasa ini, Tuhan menyatakan kuasaNya. Mataku pun terbuka, aku mendapat titik terang dari pergumulanku selama ini. Jadi memang inilah tujuanNya. Jika Dia bisa menuliskan kisah yang luar biasa bagi Eric dan Leslie Ludy, Dia juga akan menuliskan yang luar biasa untukku. Untuk kami.
No comments:
Post a Comment
Note: Only a member of this blog may post a comment.