Baru satu minggu pertama di tahun 2010 dan kepalaku sudah terkena migren berulang kali. Yang tidak kalah adalah tetesan airmata yang dicurahkan.
Berlebihan mungkin, tapi aku nyeri.
Tidak satupun sms dibalas. Twitternya menyatakan pagi ini dia berangkat ke Cengkareng untuk ke London. Aku tidak mengerti. Aku bingung. Aku tidak tahu apakah dia main-main, atau serius. Mungkin hanya main-main, tapi dia bukan pembohong.. Jadi aku harus percaya yang mana?
Postinganku sebelumnya salah besar. Aku kira aku mulai kehilangan rasa kangen, tapi ternyata aku amat terkejut, marah dan sedih. Tanpa alasan dan berlebihan memang. Tapi setelah dipikir-pikir lagi, mungkin memang saat ini aku dilatih untuk tidak memandang sesuatu secara berlebihan, terutama jika berhubungan dengan hati.
Tadi siang toh dia sms.. Walau tidak balas lagi waktu aku balas. Dengan esia..
Jadi mungkin aku memang berlebihan.
Wednesday, January 6, 2010
Kami berdamai lewat Twitter.
Mereply posting teman yang menanyakan soal hamil dan menyusui, malah dia yang membalasku. Keesokan harinya juga. Sore harinya aku terkejut sekaligus senang melihat namanya muncul di inbox sms. Hanya beberapa kali saja, tapi cukup :)
Aku bingung, apakah harus senang atau waswas karena aku mulai terbiasa dengan ketidakhadirannya. Mulai tidak mencari-carinya dan mulai tidak terlalu memikirkannya. Mulai tidak terlalu merindukan dia. Aku tahu dia pasti baik-baik saja. Aku tidak tahu apakah ini merupakan tanda bahaya atau memang seharusnya begini. Namun yang pasti, tidak ada sedikitpun perasaan berkurang.
Mereply posting teman yang menanyakan soal hamil dan menyusui, malah dia yang membalasku. Keesokan harinya juga. Sore harinya aku terkejut sekaligus senang melihat namanya muncul di inbox sms. Hanya beberapa kali saja, tapi cukup :)
Aku bingung, apakah harus senang atau waswas karena aku mulai terbiasa dengan ketidakhadirannya. Mulai tidak mencari-carinya dan mulai tidak terlalu memikirkannya. Mulai tidak terlalu merindukan dia. Aku tahu dia pasti baik-baik saja. Aku tidak tahu apakah ini merupakan tanda bahaya atau memang seharusnya begini. Namun yang pasti, tidak ada sedikitpun perasaan berkurang.
Sunday, January 3, 2010
I have found all those in you
Pagi tadi ia mengirimkan sms mengucapkan selamat hari Minggu. Aku balas, sama-sama, dan selamat melayani. Entah dia pelayanan di mana.
Jam 11 siang dia sms. Ternyata salah kirim. Dan dia kirim sekali lagi, sori salah kirim. Aku pikir sisi positifnya saja, bahwa ia mengirimkan sms beberapa kali (walaupun judulnya salah kirim). Setelah aku pikir-pikir, aku jadi ketawa sendiri karena dia pasti tengsin.
Sore tadi pendeta berkhotbah tentang perbedaan laki-laki dan perempuan.
Seorang laki-laki:
-Berkuasa. Jiwa seorang laki-laki adalah memimpin pasangannya, dan berkuasa. Memutuskan hal-hal yang harus diputuskan.
-Ingin dipuja. Laki-laki senang dipuja oleh pasangannya.
-Ingin dilayani. Bukannya dia tidak bisa melakukannya sendiri, tetapi ia senang dilayani pasangannya.
-Ingin dianggap hebat.
-Bebas tapi ada batasan. Tidak ada gunanya pasangannya mengekang dia.
-Butuh dorongan. Dia akan berhasil dengan dorongan dari pasangannya.
Seorang wanita:
-Berjiwa emosional.
-Ingin dihormati oleh pasangannya.
-Mendambakan pasangan yang: humoris, taat, setia, menghormati dia, romantis.
-Bersifat indah, makhluk estetika. Senang dengan hal-hal indah, terutama yang diberikan pasangannya.
Aku menemukan semuanya dalam dirinya. Dia yang membuatku tertawa kalau aku kesal, dia yang menasihatiku kalau aku ragu dan goyah, dia yang mendoakanku untuk yang terbaik, dia yang selalu bersamaku (paling tidak aku tahu benar hatinya bersamaku), dia yang menghormati keinginan-keinginanku, menghormatiku sebagai seorang perempuan, dia yang memegang tanganku, dia yang mengecup pipiku dan membelai rambutku. Dan sejuta bukti lainnya, dan sejuta hal lainnya.
Kenapa aku masih sering bertanya-tanya? Aku seharusnya bersyukur.
Aku telah menemukan semua dalam dirinya.
That's why I love you.
Jam 11 siang dia sms. Ternyata salah kirim. Dan dia kirim sekali lagi, sori salah kirim. Aku pikir sisi positifnya saja, bahwa ia mengirimkan sms beberapa kali (walaupun judulnya salah kirim). Setelah aku pikir-pikir, aku jadi ketawa sendiri karena dia pasti tengsin.
Sore tadi pendeta berkhotbah tentang perbedaan laki-laki dan perempuan.
Seorang laki-laki:
-Berkuasa. Jiwa seorang laki-laki adalah memimpin pasangannya, dan berkuasa. Memutuskan hal-hal yang harus diputuskan.
-Ingin dipuja. Laki-laki senang dipuja oleh pasangannya.
-Ingin dilayani. Bukannya dia tidak bisa melakukannya sendiri, tetapi ia senang dilayani pasangannya.
-Ingin dianggap hebat.
-Bebas tapi ada batasan. Tidak ada gunanya pasangannya mengekang dia.
-Butuh dorongan. Dia akan berhasil dengan dorongan dari pasangannya.
Seorang wanita:
-Berjiwa emosional.
-Ingin dihormati oleh pasangannya.
-Mendambakan pasangan yang: humoris, taat, setia, menghormati dia, romantis.
-Bersifat indah, makhluk estetika. Senang dengan hal-hal indah, terutama yang diberikan pasangannya.
Aku menemukan semuanya dalam dirinya. Dia yang membuatku tertawa kalau aku kesal, dia yang menasihatiku kalau aku ragu dan goyah, dia yang mendoakanku untuk yang terbaik, dia yang selalu bersamaku (paling tidak aku tahu benar hatinya bersamaku), dia yang menghormati keinginan-keinginanku, menghormatiku sebagai seorang perempuan, dia yang memegang tanganku, dia yang mengecup pipiku dan membelai rambutku. Dan sejuta bukti lainnya, dan sejuta hal lainnya.
Kenapa aku masih sering bertanya-tanya? Aku seharusnya bersyukur.
Aku telah menemukan semua dalam dirinya.
That's why I love you.
Saturday, January 2, 2010
mistakes and quote
Sabtu malam dan sempat hujan.
Sendirian saja, tapi hujan di malam hari, juga Sabtunya, memunculkan banyak kenangan dan keinginan. Dia menyukai hujan di malam hari dan berdua di mobil. Dan aku menyukai segalanya tentang hal itu, termasuk karena harinya. Tapi hari ini aku tidak bisa mewujudkannya. Mengharapkannya terjadi hari ini saja tidak mungkin.
Aku memilih waktu yang salah untuk bertindak bodoh. Menjelang menyeberangi tahun, kami malah berjauhan. Aku yang membuatnya terjadi. Seperti anak kecil saja, ingin selalu diperhatikan. Bikin kacau. Jadinya? Aku yang terlalu memaksakan keadaan, malah membuatnya takut. Aku sadar, aku harus mundur dan memberinya ruang gerak. Walaupun menyakitkan, aku lakukan. Bagaimanapun, aku harus menghormati keinginannya. Aku coba lakukan apapun demi kebaikannya, karena itu akan menjadi kebaikanku juga.
Aku kangen dia. Sungguh.
Aku kangen noraknya dia.
Status facebooknya tadi siang membuat perasaanku bercampur. “Berharap yang terbaik dari Sorga untuk seseorang yang hatinya penuh kasih, kemurahan dan kerelaan.. I really love you! Thank you sooo much..”
Aku mau itu aku. Aku sungguh ingin itu aku. Hanya sekali aku mendengar kalimat itu terucap darinya, dan aku sungguh ingin mendengarnya lagi. Atau paling tidak, menuliskannya untukku. Aku memilih untuk yakin itu aku. Aku ingin geer. Aku ingin menikmati rasanya mempercayai itu adalah untukku, sebelum aku tahu kepada siapakah itu sebetulnya ditujukan.
Aku kangen dia.
Di gereja kemarin malam, aku melihat dia di kejauhan. Sebelumnya aku sama sekali tidak berharap untuk melihatnya. Tapi mataku dan hatiku yang entah kenapa ini, selalu bisa menemukannya bahkan di antara banyak sekali orang. Aku senang melihatnya, tapi pada saat yang sama aku amat sedih dan berkecamuk segala perasaan. Dia baik-baik saja, dan ganteng seperti biasa.
Aku kangen dia.
Sendirian saja, tapi hujan di malam hari, juga Sabtunya, memunculkan banyak kenangan dan keinginan. Dia menyukai hujan di malam hari dan berdua di mobil. Dan aku menyukai segalanya tentang hal itu, termasuk karena harinya. Tapi hari ini aku tidak bisa mewujudkannya. Mengharapkannya terjadi hari ini saja tidak mungkin.
Aku memilih waktu yang salah untuk bertindak bodoh. Menjelang menyeberangi tahun, kami malah berjauhan. Aku yang membuatnya terjadi. Seperti anak kecil saja, ingin selalu diperhatikan. Bikin kacau. Jadinya? Aku yang terlalu memaksakan keadaan, malah membuatnya takut. Aku sadar, aku harus mundur dan memberinya ruang gerak. Walaupun menyakitkan, aku lakukan. Bagaimanapun, aku harus menghormati keinginannya. Aku coba lakukan apapun demi kebaikannya, karena itu akan menjadi kebaikanku juga.
Aku kangen dia. Sungguh.
Aku kangen noraknya dia.
Status facebooknya tadi siang membuat perasaanku bercampur. “Berharap yang terbaik dari Sorga untuk seseorang yang hatinya penuh kasih, kemurahan dan kerelaan.. I really love you! Thank you sooo much..”
Aku mau itu aku. Aku sungguh ingin itu aku. Hanya sekali aku mendengar kalimat itu terucap darinya, dan aku sungguh ingin mendengarnya lagi. Atau paling tidak, menuliskannya untukku. Aku memilih untuk yakin itu aku. Aku ingin geer. Aku ingin menikmati rasanya mempercayai itu adalah untukku, sebelum aku tahu kepada siapakah itu sebetulnya ditujukan.
Aku kangen dia.
Di gereja kemarin malam, aku melihat dia di kejauhan. Sebelumnya aku sama sekali tidak berharap untuk melihatnya. Tapi mataku dan hatiku yang entah kenapa ini, selalu bisa menemukannya bahkan di antara banyak sekali orang. Aku senang melihatnya, tapi pada saat yang sama aku amat sedih dan berkecamuk segala perasaan. Dia baik-baik saja, dan ganteng seperti biasa.
Aku kangen dia.
daydreamer
Akulah si pemimpi. Daydreamer.
Aku senang berandai-andai, berangan-angan.
Ini kisahku. Romantismeku.
Seorang sagitarius adalah petualang. Cenderung egosentrik. Mudah jatuh hati pada seseorang atau sesuatu dengan alasan dangkal, hanya karena sekali lihat atau apa yang terbaca di permukaan.
Menjalani dua tahun penuh romansa dengan menyandang status 'single and unavailable'. Salah satu kondisi 'mudah jatuh hati dengan alasan dangkal' yang berubah menjadi 'terjatuh dengan rela menuju kedalaman'.
Inilah hatiku.
Aku senang berandai-andai, berangan-angan.
Ini kisahku. Romantismeku.
Seorang sagitarius adalah petualang. Cenderung egosentrik. Mudah jatuh hati pada seseorang atau sesuatu dengan alasan dangkal, hanya karena sekali lihat atau apa yang terbaca di permukaan.
Menjalani dua tahun penuh romansa dengan menyandang status 'single and unavailable'. Salah satu kondisi 'mudah jatuh hati dengan alasan dangkal' yang berubah menjadi 'terjatuh dengan rela menuju kedalaman'.
Inilah hatiku.
Subscribe to:
Comments (Atom)