Saturday, January 2, 2010

mistakes and quote

Sabtu malam dan sempat hujan.

Sendirian saja, tapi hujan di malam hari, juga Sabtunya, memunculkan banyak kenangan dan keinginan. Dia menyukai hujan di malam hari dan berdua di mobil. Dan aku menyukai segalanya tentang hal itu, termasuk karena harinya. Tapi hari ini aku tidak bisa mewujudkannya. Mengharapkannya terjadi hari ini saja tidak mungkin.

Aku memilih waktu yang salah untuk bertindak bodoh. Menjelang menyeberangi tahun, kami malah berjauhan. Aku yang membuatnya terjadi. Seperti anak kecil saja, ingin selalu diperhatikan. Bikin kacau. Jadinya? Aku yang terlalu memaksakan keadaan, malah membuatnya takut. Aku sadar, aku harus mundur dan memberinya ruang gerak. Walaupun menyakitkan, aku lakukan. Bagaimanapun, aku harus menghormati keinginannya. Aku coba lakukan apapun demi kebaikannya, karena itu akan menjadi kebaikanku juga.

Aku kangen dia. Sungguh.
Aku kangen noraknya dia.

Status facebooknya tadi siang membuat perasaanku bercampur. “Berharap yang terbaik dari Sorga untuk seseorang yang hatinya penuh kasih, kemurahan dan kerelaan.. I really love you! Thank you sooo much..”

Aku mau itu aku. Aku sungguh ingin itu aku. Hanya sekali aku mendengar kalimat itu terucap darinya, dan aku sungguh ingin mendengarnya lagi. Atau paling tidak, menuliskannya untukku. Aku memilih untuk yakin itu aku. Aku ingin geer. Aku ingin menikmati rasanya mempercayai itu adalah untukku, sebelum aku tahu kepada siapakah itu sebetulnya ditujukan.

Aku kangen dia.

Di gereja kemarin malam, aku melihat dia di kejauhan. Sebelumnya aku sama sekali tidak berharap untuk melihatnya. Tapi mataku dan hatiku yang entah kenapa ini, selalu bisa menemukannya bahkan di antara banyak sekali orang. Aku senang melihatnya, tapi pada saat yang sama aku amat sedih dan berkecamuk segala perasaan. Dia baik-baik saja, dan ganteng seperti biasa.

Aku kangen dia.

No comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.