Wednesday, January 6, 2010

Twitter

Kami berdamai lewat Twitter.

Mereply posting teman yang menanyakan soal hamil dan menyusui, malah dia yang membalasku. Keesokan harinya juga. Sore harinya aku terkejut sekaligus senang melihat namanya muncul di inbox sms. Hanya beberapa kali saja, tapi cukup :)

Aku bingung, apakah harus senang atau waswas karena aku mulai terbiasa dengan ketidakhadirannya. Mulai tidak mencari-carinya dan mulai tidak terlalu memikirkannya. Mulai tidak terlalu merindukan dia. Aku tahu dia pasti baik-baik saja. Aku tidak tahu apakah ini merupakan tanda bahaya atau memang seharusnya begini. Namun yang pasti, tidak ada sedikitpun perasaan berkurang.

No comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.