Saturday, May 15, 2010

jujur

Jujur, aku lelah dan bingung.

Aku bahkan tidak tahu apa yang aku inginkan. Aku ingin segala hal berkaitan dengannya, tapi pada saat yang sama aku ingin berhenti, aku tidak ingin tersakiti, aku tidak ingin lelah, aku tidak ingin sedih.

Masalahnya, seringkali hal-hal yang begitu kecil, yang sangat sepele, yang tidak dia sadari, kadangkala menyakiti perasaanku. Masalahnya lagi, di saat kemudian aku memutuskan untuk "Oke, saatnya berhenti!" dan melakukan beberapa hal seperti un-follow account twitternya, bertekad untuk tidak 'menengok' profile FB-nya untuk sekedar tahu kabarnya atau melepas sedikit rindu, perasaanku mendesakku sendiri dan aku tidak tahan untuk tidak melakukannya.. Dan pada saat aku 'mengintip', aku jadi marah pada diriku sendiri karena apa yang kulihat membuatku sedih, dan aku benci karena aku tidak bisa menahan diri.

Seorang sahabat menyarankan aku untuk jujur. Dan, jujur, aku punya beribu mimpi dengan melibatkan dia di dalamnya.. Namun, aku sendiri hampir-hampir tidak tahan dengan hal-hal yang membuatku tersakiti. Walaupun, dalam cetak miring, cetak tebal dan bergaris bawah, dia sama sekali tidak sengaja.

Orang yang menyakiti perasaanku justru adalah orang dengan siapa aku punya banyak mimpi; orang yang terakhir aku harapkan untuk menyakitiku.

Aku bermimpi, dia memasang foto kami di public profilenya. Begitu menyenangkan, begitu menghangatkan hati, dan aku terbangun dengan banyak harapan. Tapi, jujur, aku takut untuk berharap.

Aku ingin, tapi aku tak bisa. Baik dari sisi aku ingin terus berharap, maupun dari sisi aku ingin berhenti.

Apa yang harus aku lakukan..?
Jujur, aku bingung.

No comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.