Aku kehilangan akal. Aku kehilangan kewarasanku. Hanya paksaan untuk kerja sajalah yang bisa sedikit mengalihkan kekacauan pikiranku. Sisanya? Meleng sedikit, aku pasti melamun. Kosong, tidak bisa berpikir, kehilangan fokus. Bahkan sejujurnya, aku tidak tahu apa yang aku perlakukan sebagai fokus.
Mataku masih amat sehat, dengan lancarnya berproduksi. Bahkan di kala aku terbangun pukul tiga pagi. Mungkin shift malamnya lagi on-onnya.
Aku tidak punya kekuatan sama sekali. Aku bahkan kehilangan keyakinan. Aku tidak yakin akan apa pun juga. Tidak seharusnya aku bertanya "Kenapa?" namun aku tidak bisa hindari, itulah yang setiap saat muncul di kepalaku.
Aku bergerak seperti robot, dan di kala tidak bergerak, aku bersedih.
Seandainya, hanya seandainya, aku tidak punya hati, tidak punya emosi, tidak akan begini jadinya..
No comments:
Post a Comment
Note: Only a member of this blog may post a comment.