Saturday, September 18, 2010

tukang mimpi

Melihat judul blog sendiri, tiba-tiba tercenung: daydreamer.
Kenyataannya, walaupun mati-matian aku berusaha menjadi manusia yang berpijak pada logika, realita, bahkan cenderung kritis, aku tetaplah seorang pemimpi. Banyak mimpi yang ingin aku raih, aku wujudkan, aku rintis.

Aku merintis kesuksesanku. Tuhan memberiku jabatan yang baik, kapasitas yang terus bertambah, pekerjaan yang luar biasa.

Aku merintis masa depanku.

Aku tetap bermimpi sebagai seorang perempuan, yang akan mengakhiri kebebasan diri sendiri suatu saat nanti, entah dengan siapa Tuhan memberikanku kepadanya.

Di hati kecilku, jauh di dasar, sebersit keinginan untuk kembali, tetap ada. Di permukaan hati, aku selalu memelihara apa yang sudah terbangun 3 tahun terakhir ini. Tidak pernah berubah. Hanya saja, mungkin saat ini kami terpisah untuk bisa menjadi lebih baik di masa depan. Untuk berkaca, merefleksi diri, memperbaiki diri, menemukan kembali tujuan-tujuan sebenarnya dalam hal apapun, yang mungkin sempat tertunda atau menjadi agak buram karena berada di dalam lingkaran. Bagaimanapun, kita harus keluar dulu dari lingkaran untuk bisa melihat ke dalam, menemukan kesalahan-kesalahan dan memperbaikinya, sebelum bisa kembali ke dalamnya.

Aku selalu ada di sini.
Aku selalu menunggu.

No comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.